Perjalanan karier Pep Guardiola terbilang panjang. Dulu dia adalah salah
satu pemain berbakat yang ada. Sekarang dia adalah manajer yang paling
diburu.
Mereka yang menyaksikan sepakbola pada tahun 90-an akan mengenal Guardiola sebagai salah satu gelandang berbakat yang pernah dimiliki Barcelona. Beberapa menyebut, dia adalah prototype pertama dari La Masia.
Gaya bermainnya sebagai gelandang kemudian dijadikan patokan kepada bocah-bocah La Masia lainnya. Xavi Hernandez dan Andres Iniesta dilatih dengan menjadikan permainan Guardiola sebagai modelnya.
Setelah menghabiskan kariernya sebagai pemain, Guardiola mencuat ke dunia kepelatihan. Dia membuat Barca, yang dikenalnya dengan baik dan juga sudah mendidiknya, menjadi sempurna. Bersama Barca jugalah dia mendapatkan namanya sebagai salah satu manajer terbaik.
Ukurannya jelas: deretan trofi. Ada 14 trofi yang dia dapatkan bersama Los Cules hanya dalam waktu empat tahun melatih bersama klub tersebut.
Ketika dia memutuskan mundur di akhir musim lalu, dunia sepakbola ramai. Dan kini, ia kembali, dunia sepakbola ramai lagi. Guardiola memang sudah berubah menjadi sosok yang dicari.
1. Dari Santpedor Menuju FC Barcelona
Josep Guardiola i Sala lahir pada 18 Januari 1971 di Santpedor, Spanyol. Pada tahun 1984 dia bergabung dengan akademi Barcelona. Talentanya kemudian ditemukan oleh Johan Cruyff.
Cerita Cruyff dan Guardiola bermula ketika manajer legendaris asal Belanda itu mendatangi pertandingan tim muda. Cruyff melihat Guardiola dimainkan di sisi kanan dan langsung meminta Carles Rexach, pelatih tim junior saat itu, untuk memindahkannya ke tengah. Tak disangka, Guardiola yang tak pernah bermain di posisi itu bisa beradaptasi dengan cepat di dalam pertandingan.
Cruyff jugalah yang kemudian membawa Guardiola masuk ke tim utama dan memberikan debutnya pada 1990. Ketika Guillermo Amor absen, posisi gelandang bertahan diserahkan kepada Guardiola dan dia langsung tampil reguler pada musim 1991/1992.
Selanjutnya adalah sejarah. Guardiola menjadi salah satu bagian penting dari Dream Team Cruyff dan disebut-sebut sebagai pemain muda paling berbakat saat itu.
2. Sukses Sebagai Kapten Barca
Bersama Barca sebagai pemain, dia memenangi enam trofi La Liga, dua trofi Copa del Rey, dan beberapa gelar di kancah Eropa seperti Liga Champions, Piala Winners, dan Piala Super UEFA. Catatan lainnya, dia juga membantu Spanyol memenangi medali emas pada Olimpiade 1992.
Tim Barca bergonta-ganti. Para penggawa yang melahirkan Dream Team pergi, Cruyff pun tidak selamanya melatih di sana. Pergantian manajer ini tidak mengubah posisi Guardiola di dalam tim. Malahan, dia didapuk sebagai kapten tim.
Guardiola menyaksikan pemain-pemain muda Barca muncul. Dia sempat merasakan bermain bersama Xavi Hernandez muda, plus banyak pemain top Barca seperti Luis Figo, Hristo Stoichkov, dan Michael Laudrup. Guardiola yang dulunya pemain muda berbakat kini adalah pemimpin di lapangan untuk klub asal Catalan tersebut.
Cedera sempat menghampirinya dan pernah membatasi kesempatan bermainnya pada 1997/1998. Tetapi, ia kembali bermain reguler lagi semusim berikutnya dan dua musim lagi setelahnya.
3. Hidup Setelah Los Cules
Guardiola meninggalkan Barcelona pada 2001 ketika usianya 30 tahun. Dia pindah ke Italia untuk bermain bersama Brescia, lalu AS Roma, dan kemudian Brescia lagi. Kariernya bersama Brescia sempat teganggu ketika dirinya terbukti postif menggunakan nandrolone dan diskors empat bulan.
Guardiola protes terhadap keputusan tersebut dan bersikukuh bahwa dirinya tidak bersalah. Dia kemudian membersihkan namanya lewat pengadilan dan dinyatakan tidak bersalah pada tahun 2009.
Selain di Seri A, dia juga sempat bermain di Qatar bersama Al Ahli dan Sinaloa di Meksiko pada senja kariernya. Guardiola bermain selama enam bulan, sebelum akhirnya memutuskan untuk gantung sepatu.
4. Kedatangan Kedua sebagai Manajer dan Sukses Besar
Setelah bertualang di luar Spanyol, Guardiola memulai karier kepelatihannya pada 2007 ketika dia ditunjuk menjadi pelatih untuk Barcelona B. Hanya semusim menjadi pelatih Barcelona B, ia kemudian dipromosikan menjadi manajer tim utama oleh Joan Laporta untuk menggantikan Frank Rijkaard.
Di sini, dimulailah revolusi dan pembangunan ulang skuat Barca. Barca yang dilatih oleh Guardiola tidak lagi berpusat pada Ronaldinho. Tak ada lagi nama-nama seperti Gianluca Zambrotta ataupun Deco. Yang ada adalah pemaksimalan Xavi Hernandez dan Andres Iniesta plus tim yang dibangun di sekeliling bocah ajaib bernama Lionel Messi. Ini adalah dasarnya.
Revolusi ini berjalan mulus. Pada musim pertamanya sebagai manajer, Guardiola membawa Barca memenangi La Liga, mengalahkan Athletic Bilbao pada final Copa del Rey, dan menundukkan Manchester United pada final Liga Champions. Treble.
Tapi, treble musim itu barulah sebuah awal. Guardiola kemudian melengkapinya dengan raihan Piala Super Spanyol, Piala Super UEFA, dan Piala Dunia Antarklub pada 2009. Trofi pun menjadi kebiasaan. Dia kemudian melaju memenangi 14 buah trofi bersama Barca dalam empat tahun kariernya di sana.
Yang unik, Guardiola hanya mau dikontrak satu musim dan memperpanjangnya tiap kontrak itu berakhir. Dia beralasan, dirinya selalu melangkah setapak demi setapak dan bahwa dirinya memandang hidup berdasarkan apa yang diinginkannya pada saat itu. Ketika dirinya memutuskan untuk mundur setelah musim 2011/2012 berakhir, sepakbola diberi sebuah kabar mengejutkan.
Guardiola memutuskan untuk beristirahat selama satu musim dan menepi ke Manhattan, New York, Amerika Serikat.
5. Jadi Manajer yang Diburu
Mundurnya Guardiola dari jabatannya sebagai pelatih Barca cuma berarti satu: banyak klub akan mengincarnya. Alasannya jelas, bos besar klub mana yang tidak ingin klubnya dilatih oleh manajer bergelimang trofi?
Bahkan, ketika dirinya tengah istirahat dan menepi, berita-berita yang mengaitkannya dengan beberapa klub besar Eropa tidak beristirahat. Ketika Sir Alex Ferguson bertemu dengannya di New York, dia dikabarkan akan menjadi pengganti sang manajer asal Skotlandia di Manchester United. Ketika beberapa bekas petinggi Barca pindah menjadi petinggi Manchester City, dia disebut-sebut bakal menangani City.
Ini juga masih ditambah dengan kabar Roman Abramovich menginginkannya menjadi manajer Chelsea. Indikasinya, Rafael Benitez --yang menjadi pengganti Roberto Di Matteo-- hanya diberi kontrak sampai akhir musim 2012/2013.
Semua rumor itu mentah. Agen Guardiola mengatakan, kliennya akan mengumumkan keputusan pada awal 2013, dan itu terjadi. Tapi, klub yang akan dituju bukanlah United, City, ataupun Chelsea, meski Guardiola pernah mengatakan tertarik menjadi manajer di Inggris. Klub yang menjadi pelabuhan berikutnya adalah Bayern Munich.
Bayern dan Guardiola kabarnya sudah menjalin kesepakatan sejak Desember lalu, dan kini dimulailah petualangan baru Guardiola.
(dtc/roz) Sumber: detiksport
Mereka yang menyaksikan sepakbola pada tahun 90-an akan mengenal Guardiola sebagai salah satu gelandang berbakat yang pernah dimiliki Barcelona. Beberapa menyebut, dia adalah prototype pertama dari La Masia.
Gaya bermainnya sebagai gelandang kemudian dijadikan patokan kepada bocah-bocah La Masia lainnya. Xavi Hernandez dan Andres Iniesta dilatih dengan menjadikan permainan Guardiola sebagai modelnya.
Setelah menghabiskan kariernya sebagai pemain, Guardiola mencuat ke dunia kepelatihan. Dia membuat Barca, yang dikenalnya dengan baik dan juga sudah mendidiknya, menjadi sempurna. Bersama Barca jugalah dia mendapatkan namanya sebagai salah satu manajer terbaik.
Ukurannya jelas: deretan trofi. Ada 14 trofi yang dia dapatkan bersama Los Cules hanya dalam waktu empat tahun melatih bersama klub tersebut.
Ketika dia memutuskan mundur di akhir musim lalu, dunia sepakbola ramai. Dan kini, ia kembali, dunia sepakbola ramai lagi. Guardiola memang sudah berubah menjadi sosok yang dicari.
1. Dari Santpedor Menuju FC Barcelona
Josep Guardiola i Sala lahir pada 18 Januari 1971 di Santpedor, Spanyol. Pada tahun 1984 dia bergabung dengan akademi Barcelona. Talentanya kemudian ditemukan oleh Johan Cruyff.
Cerita Cruyff dan Guardiola bermula ketika manajer legendaris asal Belanda itu mendatangi pertandingan tim muda. Cruyff melihat Guardiola dimainkan di sisi kanan dan langsung meminta Carles Rexach, pelatih tim junior saat itu, untuk memindahkannya ke tengah. Tak disangka, Guardiola yang tak pernah bermain di posisi itu bisa beradaptasi dengan cepat di dalam pertandingan.
Cruyff jugalah yang kemudian membawa Guardiola masuk ke tim utama dan memberikan debutnya pada 1990. Ketika Guillermo Amor absen, posisi gelandang bertahan diserahkan kepada Guardiola dan dia langsung tampil reguler pada musim 1991/1992.
Selanjutnya adalah sejarah. Guardiola menjadi salah satu bagian penting dari Dream Team Cruyff dan disebut-sebut sebagai pemain muda paling berbakat saat itu.
2. Sukses Sebagai Kapten Barca
Bersama Barca sebagai pemain, dia memenangi enam trofi La Liga, dua trofi Copa del Rey, dan beberapa gelar di kancah Eropa seperti Liga Champions, Piala Winners, dan Piala Super UEFA. Catatan lainnya, dia juga membantu Spanyol memenangi medali emas pada Olimpiade 1992.
Tim Barca bergonta-ganti. Para penggawa yang melahirkan Dream Team pergi, Cruyff pun tidak selamanya melatih di sana. Pergantian manajer ini tidak mengubah posisi Guardiola di dalam tim. Malahan, dia didapuk sebagai kapten tim.
Guardiola menyaksikan pemain-pemain muda Barca muncul. Dia sempat merasakan bermain bersama Xavi Hernandez muda, plus banyak pemain top Barca seperti Luis Figo, Hristo Stoichkov, dan Michael Laudrup. Guardiola yang dulunya pemain muda berbakat kini adalah pemimpin di lapangan untuk klub asal Catalan tersebut.
Cedera sempat menghampirinya dan pernah membatasi kesempatan bermainnya pada 1997/1998. Tetapi, ia kembali bermain reguler lagi semusim berikutnya dan dua musim lagi setelahnya.
3. Hidup Setelah Los Cules
Guardiola meninggalkan Barcelona pada 2001 ketika usianya 30 tahun. Dia pindah ke Italia untuk bermain bersama Brescia, lalu AS Roma, dan kemudian Brescia lagi. Kariernya bersama Brescia sempat teganggu ketika dirinya terbukti postif menggunakan nandrolone dan diskors empat bulan.
Guardiola protes terhadap keputusan tersebut dan bersikukuh bahwa dirinya tidak bersalah. Dia kemudian membersihkan namanya lewat pengadilan dan dinyatakan tidak bersalah pada tahun 2009.
Selain di Seri A, dia juga sempat bermain di Qatar bersama Al Ahli dan Sinaloa di Meksiko pada senja kariernya. Guardiola bermain selama enam bulan, sebelum akhirnya memutuskan untuk gantung sepatu.
4. Kedatangan Kedua sebagai Manajer dan Sukses Besar
Setelah bertualang di luar Spanyol, Guardiola memulai karier kepelatihannya pada 2007 ketika dia ditunjuk menjadi pelatih untuk Barcelona B. Hanya semusim menjadi pelatih Barcelona B, ia kemudian dipromosikan menjadi manajer tim utama oleh Joan Laporta untuk menggantikan Frank Rijkaard.
Di sini, dimulailah revolusi dan pembangunan ulang skuat Barca. Barca yang dilatih oleh Guardiola tidak lagi berpusat pada Ronaldinho. Tak ada lagi nama-nama seperti Gianluca Zambrotta ataupun Deco. Yang ada adalah pemaksimalan Xavi Hernandez dan Andres Iniesta plus tim yang dibangun di sekeliling bocah ajaib bernama Lionel Messi. Ini adalah dasarnya.
Revolusi ini berjalan mulus. Pada musim pertamanya sebagai manajer, Guardiola membawa Barca memenangi La Liga, mengalahkan Athletic Bilbao pada final Copa del Rey, dan menundukkan Manchester United pada final Liga Champions. Treble.
Tapi, treble musim itu barulah sebuah awal. Guardiola kemudian melengkapinya dengan raihan Piala Super Spanyol, Piala Super UEFA, dan Piala Dunia Antarklub pada 2009. Trofi pun menjadi kebiasaan. Dia kemudian melaju memenangi 14 buah trofi bersama Barca dalam empat tahun kariernya di sana.
Yang unik, Guardiola hanya mau dikontrak satu musim dan memperpanjangnya tiap kontrak itu berakhir. Dia beralasan, dirinya selalu melangkah setapak demi setapak dan bahwa dirinya memandang hidup berdasarkan apa yang diinginkannya pada saat itu. Ketika dirinya memutuskan untuk mundur setelah musim 2011/2012 berakhir, sepakbola diberi sebuah kabar mengejutkan.
Guardiola memutuskan untuk beristirahat selama satu musim dan menepi ke Manhattan, New York, Amerika Serikat.
5. Jadi Manajer yang Diburu
Mundurnya Guardiola dari jabatannya sebagai pelatih Barca cuma berarti satu: banyak klub akan mengincarnya. Alasannya jelas, bos besar klub mana yang tidak ingin klubnya dilatih oleh manajer bergelimang trofi?
Bahkan, ketika dirinya tengah istirahat dan menepi, berita-berita yang mengaitkannya dengan beberapa klub besar Eropa tidak beristirahat. Ketika Sir Alex Ferguson bertemu dengannya di New York, dia dikabarkan akan menjadi pengganti sang manajer asal Skotlandia di Manchester United. Ketika beberapa bekas petinggi Barca pindah menjadi petinggi Manchester City, dia disebut-sebut bakal menangani City.
Ini juga masih ditambah dengan kabar Roman Abramovich menginginkannya menjadi manajer Chelsea. Indikasinya, Rafael Benitez --yang menjadi pengganti Roberto Di Matteo-- hanya diberi kontrak sampai akhir musim 2012/2013.
Semua rumor itu mentah. Agen Guardiola mengatakan, kliennya akan mengumumkan keputusan pada awal 2013, dan itu terjadi. Tapi, klub yang akan dituju bukanlah United, City, ataupun Chelsea, meski Guardiola pernah mengatakan tertarik menjadi manajer di Inggris. Klub yang menjadi pelabuhan berikutnya adalah Bayern Munich.
Bayern dan Guardiola kabarnya sudah menjalin kesepakatan sejak Desember lalu, dan kini dimulailah petualangan baru Guardiola.
(dtc/roz) Sumber: detiksport



0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !