Kompos
definisinya adalah material organik yang sudah didekomposisi dan
digunakan sebagai pupuk dan penyubur tanah. Kompos juga merupakan bahan
penting dalam pertanian organik yang sedang in sekarang ini. Ada
beberapa cara membuat kompos: aerob (dengan udara) dan anaerob (tanpa
udara), dengan bantuan cacing dll. Bahan baku kompos bisa dari apa saja
asal organik seperti: tumbuhan, kotoran ternak, sampah organik, bahkan
kotoran manusia. Yang kita buat disini adalah cara membuat kompos
secara aerob dan bahan bakunya dari sampah halaman dan dapur.
Ada empat hal yang diperlukan dalam membuat kompos, yang sederhananya seperti ini:
Untuk komposternya saya memakai komposter model putar. Keunggulannya komposter ini tertutup sehingga tidak diganggu tikus, mudah dibolak balik, kompos mudah dikeluarkan dengan sekop dan ukurannya cukup besar. Sebetulnya semua jenis kontainer bisa digunakan sebagai komposter. Lebih baik bertutup supaya tidak dikorek-korek tikus, jangan lupa dilubang-lubangi bagian bawah dan sampingnya supaya cairan bisa keluar dan ada udara. Simpan di halaman diterik matahari atau teduh sebagian.
Caranya:
Kalau sampah sudah mulai banyak, tambah lagi sekamnya. Kalau tidak kompos jadi terlalu berair dan berbau. Sisa daging/ayam sebaiknya tidak dimasukkan, kalau saya diberikan ke kucing liar yang mampir reguler. Tulang-tulangnya saya masukkan ke komposter.
Isi terus komposter sampai penuh, jangan lupa dibolak balik seminggu sekali. Kalau sudah penuh putar seminggu sekali, dan panen komposnya kalau warnanya sudah menghitam (kurang lebih dua bulanan).
Kota seharusnya mengolah sampah bukannya membuangnya begitu saja ke satu area sehingga mengakibatkan masalah kesehatan, lingkungan dan sosial. Pembuatan kompos ini bisa membantu mengurangi sampah kota. Kapan ya para walikota mulai mengolah sampah kota?
Sumber: herbgardens
Ada empat hal yang diperlukan dalam membuat kompos, yang sederhananya seperti ini:
- Bahan warna hijau. Bahan warna hijau ini maksudnya yang banyak mengandung Nitrogen (N). Untuk proyek ini hijauan ini didapat dari sampah dapur, daun-daunan dan rumput dari halaman.
- Bahan warna coklat. Maksudnya Karbon (C) dan biasanya berwana coklat, misalnya: sekam, jerami, gergajian kayu, potongan kertas dan kardus.
- Kelembaban.
- Udara.
Untuk komposternya saya memakai komposter model putar. Keunggulannya komposter ini tertutup sehingga tidak diganggu tikus, mudah dibolak balik, kompos mudah dikeluarkan dengan sekop dan ukurannya cukup besar. Sebetulnya semua jenis kontainer bisa digunakan sebagai komposter. Lebih baik bertutup supaya tidak dikorek-korek tikus, jangan lupa dilubang-lubangi bagian bawah dan sampingnya supaya cairan bisa keluar dan ada udara. Simpan di halaman diterik matahari atau teduh sebagian.
Caranya:
- Isi komposter dengan sekam 1 kantung (seukuran bantal).
- Masukkan kompos yang sudah jadi 1 sekop (untuk inokulan/biakan bakteri) atau tanah kalau tidak ada.
- Kalau sudah ada sampah dapurnya dimasukkan saja.
- Siram sedikit sampai lembab
- Putar komposternya.
Kalau sampah sudah mulai banyak, tambah lagi sekamnya. Kalau tidak kompos jadi terlalu berair dan berbau. Sisa daging/ayam sebaiknya tidak dimasukkan, kalau saya diberikan ke kucing liar yang mampir reguler. Tulang-tulangnya saya masukkan ke komposter.
Isi terus komposter sampai penuh, jangan lupa dibolak balik seminggu sekali. Kalau sudah penuh putar seminggu sekali, dan panen komposnya kalau warnanya sudah menghitam (kurang lebih dua bulanan).
Kota seharusnya mengolah sampah bukannya membuangnya begitu saja ke satu area sehingga mengakibatkan masalah kesehatan, lingkungan dan sosial. Pembuatan kompos ini bisa membantu mengurangi sampah kota. Kapan ya para walikota mulai mengolah sampah kota?
Sumber: herbgardens



0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !